Everything

“Loh? Hari ini HPL nya?” Seorang dokter laki2 sedang membuka buku kontrol kehamilaku yang melihat memang haru itu tanggal 15 juli 2014 adalah perkiraan kelahiran anakku

“jadi? Mau nunggu atau bagaimana?” Katanya sambil menutup bukunya dan melihat layar USG, “bayinya sekitar 3 kilo ya buk” 

Oh iya dokter” .. Jawabku sambil menahan detak jantung yg tiada henti karena memang benar, hari ini adalah perkiraan lahir tapi apa yang diceritakan orang aku belum mengalami, pokoknya aku tidak mau yang namanya sesar “eehhmm saya mau nunggu saja” jawabku kalem, “Oke, kalo misal lebih dari 1 minggu terpaksa nginap ya…”

Aku terdiam dan melihat suami yang sepertinya juga H2C, Sepulang dari RS aku menangis sejadinya, kenapa tidak lahir2, takut, cemas, khawatir, dan pertanyaan semua teman saudara yang selalu tanya kapan lahiran terus dan terus membuatku tertekan, suami dan ibu menenangkanku, untung ada ibu yang setia menunggu dan sudah 3 minggu menginap dirumah.

“Fi, Allah sudah punya rencana kapan bayimu akan lahir, jadi tenangkan pikiranmu dulu”

Aku diam sambil terus istighfar, apalagi hamil tua perasaan jadi amat sangat sensitif.. Iya buk, katanya suruh balik lagi tanggal 18, pokoknya aku mau ke bidan aja, kalo ke dokter aku takut ujung2nya di sesar..

Semenjak ada ibu disini aku jadi tenang, sudah 3 minggu ibu menemani dirumah, rutinitas sama setiap hari kadang sampai bosan, kadang aku kasihan melihat ibu menemaniku hanya untuk menunggu sikecil lahir, tapi yang ditunggu ternyata punya rencana lain

18 juli 2014

Lega ketika melihat Bu Muslimatun memasuki ruang periksa dan memanggilku, “loh? Sudah lewat HPL ini, coba di USG dulu, cewek ya dedeknya, ini udh dibawah bgt kepalanya, saya periksa lagi ya” bidan memeriksa jalan lahir “wah udh bukaan 1 ini, nginap aja ya, tolong suaminya segera mempersiapkan pakaian & segala macamnya”

Alangkah senang bercampur deg2an, dengan sigap suami pulang mempersiapkan semuanya dan ibu juga menemani nginap di RS, aku masih mondar mandir belom merasakan mulas, tekanan darah masih normah, denyut jantung si kecil juga normal, paginya disuruh jalan2 lagi, dan masih bukaan 2

IMG_1758

pukul 11 siang suster masuk ke kamar dan bilang kalau sebaiknya aku dipacu lewat infus, aku menoleh ke suami dan dia mengangguk, menoleh ke ibu, katanya “gpp, itu yang terbaik” dan sayapun berpindah ke kamar bersalin yang disekat dan bersebelahan dengan perempuan muda juga sama menunggu persalinan lewat dipacu infus, ibu pulang untuk memasak dan beres2 rumah, sementara suami masih setia menunggu, pukul 1 kontraksi belum terasa sampai akhirnya sedikit terasa mulai jam 3 itupun per 15 menit sekali, pukul 4, pinggang serasa di jatuhi benda berat, aku mulai merintih kesakitan, perutku berasa ada yang menarik, dikembalikan, ditarik dikembalikan, punggung sampai perut seolah tertusuk berjuta2 jarum, ibu datang dan aku menangis, ibu ikut menangis, aku tarik kaos suami, dan aku berteriak sudah tak tahan sakitnya, inikah yang namanya kontrakasi lahiran, rasa antara hidup dan mati, apakah sakaratul maut seperti itu sakitnya? Allahua’lam… “Buk, tolong pijit punggungku, sakiiiitttt, buk, kapan lahiran, aku sudah gak tahan sakitnya, ibu dulu juga gini ya sakitnya”

“Semua perempuan pasti mengalami ini di, ayo doa yang banyak”

“Yah, 1 saja ya punya anaknya, sakiittttt” suamiku mengangguk,memegang tangan sambil menuntun napasku, ibuku tersenyum dan bergurah “aahh kapok lombok loh yo”  perut punggung, seolah ada yg menarik amat kuat, tak bisa kukatakan lewat tulisan sakitnya..

Pukul 6 sore

“suster sakit banget, habis ini lahiran kan mbk? “

“Sabar mbak, kalau semakin sakit berarti semakin mendekati lahiran, nunggu ketubannya pecah dulu ya”

whaattttttt………. badan kekiri salah, ke kanan salah, semua serba salah, hanya bisa berdoa dan berdoa sambil manahan sakit.

Pukul 10 malam,

“kok rasanya ada yang ngerembes, coba cek”

Suami segera memanggil suster untuk cek lagi, segera mungkin 4 suster mempersiapkan alat dan segala macamnya dan aku berdoa lebih dalam “lancarkanlah Ya Allah”

Ibu disuruh keluar dan suami masih menemani, dan mulai peregangan, mulai latihan mengejan 3x, nafasku habis, tapi aku berusaha lagi, suamiku memegang erat tanganku dan berbisik “all is well, kepalanya udh kelihatan, ayo semangat”

Semangatku terbakar lagi.. Bu Muslimatun mulai masuk dan memberi aba2, suster menambahkan oksigen buatku, 1.. 2 .. 3… Ejanan pertama, tarik napas panjang mengejan, tarik nafas lagi, “iya pinter terus mbk, kurang dikit lagi”  4 suster, suami terus menyemangatiku, aku mengejan sejadinya, dan tiba2 seolah ada benda besar keluar dan tiba2 ada mahluk lucu mungil di atas perutku sedang menangis, akupun menangis, menangis bahagia tentunya, Aku menoleh ke suami, “subhanallah, lucu banget” aku memeluknya dan  naluri si kecil untuk mencari kehidupannya (nenen), pandangan suami tak lepas dari sikecil dan aku, terharu dan campur aduk, perjuangan ini sungguh luar biasa, sakit selama 12 jam musnah semua terbawa oleh tangisnya

Ibuku masuk dan tersenyum, “Fiii, areke lucu, pipine lemu” aku mengangguk dan terharu,

Bu, aku yakin ibu pasti saat menungguku diluar lebih tegang daripada yang akan melahirkan, terimakasih bu sudah menemani saat2 berharga itu.. Maafkan anakmu bu, Love u sooo

Suamiku, yang menemani, menyemangati, you are so special

Anakku, Kau menepati janjimu untuk menunggu ayahmu libur ya nak, welcome to the world Adelisha Putri Ramadhani Mashuri , 19 Juli 2014, 3,05 kg, 49cm 👶🏻👶🏻👶🏻👶🏻

 

adel sekarang udah 5 bulan dan masih ASI Exclusive

 

Ya Allah, inikah rasanya, terimakasih engkau memberi kesempatan untuk melahirkan normal agar hamba tahu perjuangan ibu saat melahikan dimana batas antara hidup dan mati amat dekat

Happy Mother’s Day

From This Moment (Akad Nikah)

Surabaya, 30 Agustus 2013

Motor melaju pukul 6 pagi menjemput seseorang, dengan tujuan hari ini kita rapa’, dalam bahasa indonesia sih katanya latian, tapi selang beberapa jam tiba2 pak mudin membatalkannya, akhirnya kita hanya bisa berdiam diri dirumah, membantu yang di dapurpun kepin dilarang, sebenernya bukan masalah gak boleh sih, cuma takut kecapekan aja, yups secara kita bakal berdiri nyalamin tamu tanggal 1 september nanti

31 Agustus 2013, 18.00

semua orang sibuk menyiapkan hari kebahagiaan kita, yang dimana butuh waktu 3 bulan, mulai dari undangan, souvenir, pakaian, cincin, seserahan, dan itu cukup melelahkan namun menyenangkan, harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan persiapan semuanya, malam itu semua orang, sanak saudara, adik kakak, saya dan dia berkumpul dimalam yang dimana besok pagi saya sudah tidak menyandang status single, aahh rasanya itu nano nano, mungkin dia juga lebih nano nano, heheheh.. waktu menunjukkan pukul 22.00, kamar pengantinpun juga sudah dihias dan wanginya bunga yang dipajang tepat di atas kepala, masih sendiri dan tidak bisa tidur, semua orang diluar masih bergadang mempersiapkan ini itu, ada yang melepas rindu karena berkumpul dengan saudara dari beberapa kota. dan tepat pukul 02.00 dini hari saya tertidur, amat pulas

Continue reading “From This Moment (Akad Nikah)”

Desa Sade (Backpacker ke Lombok Part 3)

aaakkhhh, sudah lama banget tidak melanjutkan tulisan setelah tulisan tentang gili trawangan, oke tanpa basa basi yuk, check it out..

yup, walaupun sebelumnya tulisan saya sudah dimuat di wegonesia http://www.wego.co.id/berita/desa-sade-eksotisme-ditengah-modernisasi/ tapi ya buat koleksi blog sah sah aja kan  B-)

Masih banyak tempat seru yang harus kalian kunjungi di Lombok selain bermain air di Gili Trawangan. Salah satunya adalah Desa Sade, tempat bermukim salah satu etnis Suku Sasak. Saya memacu motor sewaan seharga Rp 45.000 per hari untuk menuju tempat ini. Awalnya saya membayangkan harus melewati hutan panjaaang dan jalannya sulit dijangkau kendaraan. Namun ternyata saya salah, desa tersebut berada di pinggir jalan besar arah ke Pantai Kuta Lombok. Lokasi desa ini mudah ditemukan karena sudah terkenal sebagai lokasi wisata.

IMG_1512
Desa Sade mudah dicari

Continue reading “Desa Sade (Backpacker ke Lombok Part 3)”

Teguran itu….

Jogja, 27 September 2013

01.10 WIB

Fi.. Alfi .. Fi … Alfi … Fi.. Alfi

Suara itu berkali kali memanggil saya, mau membangunkan suami saya tapi alangkah sulit mata terbuka, dengan seksama lagi saya mencoba mendengarkan suara tadi sekali lagi dengan lembut masih memanggil saya kembali dan terganggu dengan berisik suara televisi

Alfi… Fi.. Alfi.. 

Suara perempuan, sepertinya separuh baya dan sepertinya menegur saya karena lupa mematikan TV tengah malam, masih berat mata ini terbuka, tiba2 suara hilang dan saya terbangun.. DEGH.. tak ada suara TV, tak ada siapapun juga diluar Hening.. Sepi.. Jantung saya berdegub amat cepat, merinding tidak karuan rasanya.. apa yg saya dengar td entah itu mimpi atau bukan tapi suara tadi amat sangat jelas ditelinga saya..  lembuutt sekali, kulihat suami saya dan mencoba membangunkan di iringi istighfar yg tiada hentinya, kembali saya genggam tangan suami saya dan dia mencoba menenangkan saya “yuk baca ayat kursi bareng” .. saya masih bergetar, suara tadi begitu nyata, amat nyata.. membuka HP dan melihat jam masih menunjukkan pukul 1 lebih

01.34 WIB

Masih sulit terpejam tapi saya merasa sedikit tenang, kunyalakan lampu kamar agar sedikit terang, kugapai tasbih disebelah saya dengan mengucap istighfar tiada henti… masih ketakutan, hati saya berkata  mungkin Allah berbaik hati membangunkan saya lewat “mahlukNya” yang lain..

02.03 WIB

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil air wudhu dan bersujud.. menengadahkan doa saat yang lain terlelap, terisak, bersyukur dan berdoa di sepertiga malamMu Ya Allah

Terimakasih atas teguran tengah malammu ini, semoga hamba dan kita semua selalu mengingatmu dengan cara apapun..

Alfiah Agustin

Penghujung Ramadhan

Ramadhan itu nikmat, senikmat dikala kekeringan dibasahi oleh hujan, Ramadhan itu menemtramkan, setentram berkumpul dengan keluarga, dirumah tercinta

kata motivasi yang saya kutip dari salah satu medsos

Penghujung berakhir, smga puasa yg hamba lakukan selama ini dpat menghapus dosa2 hamba yang telah lalu.
“Saatnya berkomitmen untuk HIJRAH, dari sering meninggalkan shalat menjadi selalu mendirikan shalat (tepat waktu), dari jarang bersedekah menjadi ringan tangan, dari sering mengeluh menjadi sering bersyukur, dari sering riya menjadi ikhlas,
Hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, hijrah dari perbuatan baik ke yg lebih baik lagi”.

Ramadhan, dimana semua orang berlomba-lomba berbuat baik, andai saja sepanjang tahun seindah ramadhan.. Semoga Allah mempertemukan hamba, dan kita semuanya di Ramadhan berikutnya, Amin…..  (worship)

Sejenak

Surabaya, 5 Agustus 2013.. My lovely room

Sedetikpun saya belum untuk mengistirahatkan mata dan fikiran.. bukan berarti saya tidak mengantuk.. sama sekali bukan, tapi saya sedang berfikir, agak sedikit serius kali ini, jadi apapun itu harus dipikirkan, manusia memang tak pernah lepas dari suatu masalah, dan kembali kepada individu bagaimana mengatasinya dan bukan berarti saya sedang ada masalah.. ah entahlah apa namanya itu, yang jelas saya ber-ikhtiar apapun yang saya fikirkan malam ini akan berjalan sesuai ridho Allah.. Amin (worship)

Dear My Coffee

 

Dear My Coffee

Im So sorry, I Should  to reduce you

To reduce your delicious one ….

I Like Coffee, but NOT Coffee Addict….

“Cewek kok suka kopi sih?” beberapa teman kadang bertanya ke saya seperti itu, ada juga yang bilang, “waahh kita samaan” , tapi itu dulu waktu saya SMA entah tahun berapa yang lalu   karena akhir-akhir ini pecinta kopi banyak yang cewek loh, seiring menjamurnya kedai kopi dimanapun dengan kemasan yang eye catching dan nyaman sebagai tempat ngobrol.

 

Continue reading “Dear My Coffee”

Cara Hemat ke Gili Trawangan (Lombok Part 2)

Sambung dari tulisan saya http://alfi.web.id/cara-hemat-ke-pulau-lombok-part-1.html , dimana tepat setelah menyebrang dari pelabuhan bangsal dengan menggunakan jasa perahu  yang bermuatan sekitar 20-25 orang dan rela berdesak-desakan dengan logistik, sesampai di Gili Trawangan yang harus pertama kali kalian lakukan adalah seaching penginapan semurah murahnya, dan harus rela menelusur ke setiap sudut2 gang yang disana, kami berempat mendapat tawaran penginapan dari mulai harga 150 ribu sampai harga yang terjangkau, daannnn.. taraaaaa… ini dia fasilitas yang WOW menurut kita saat benar2 sadar kalau kita benar2 beruntung saat itu, nama penginapannya Baleku, kalian bisa akses di website www.balekulombok.com  (scenic)

Baleku

Continue reading “Cara Hemat ke Gili Trawangan (Lombok Part 2)”

I Love My Job

I Love My Job…

I Love My Job…

I Love My Job…

Kadangkala impian tak sesuai dengan harapan kita, tapi itulah adanya, begitupula pekerjaan, sapa sangka lulusan sarjana pendidikan bahasa inggris bergelut dengan dunia humas dan administrasi pendaftaran, but I Love it, saya sudah mengabdi disitu dari semester 2 dan sekarang sudah tahun ke 6 saya bekerja disitu, dan ada cara2 tertentu dan tentunya jitu bagaimana saya bisa begitu mencintai pekerjaan saya  (scenic)

Continue reading “I Love My Job”

Kopdar Surabaya Plurker

Banyak teman saya yang kurang familiar dengan nama media sosial satu ini,  sayapun baru gabung dan menjadi plurker aktif  mulai 2011 dan tertarik dengan istilah karma-karmanya ditambah emoticon yang kece bin lucu en unyu (evil_grin) (curhat dulu ini). Barulah kemuadian saya menemukan komunitas PLURK di beberapa kota dan salah satunya yang diadakan tadi pagi di Kota Surabaya dengan tema Save Dolanan, tema ini meng-flashback dolanan-dolanan jaman dulu yang sering di mainkan masa kecil kita-kita dan sayangnya lambat laut mulai pudar termakan gadget  (tears). Ada banyak macam permainan dulu yang dikemas panitia walaupun tidak semuanya, saya juga hampir lupa permainan yang dulu gemar sekali dimainan sama teman sepermainan sepulang sekolah, dimulai dari engkle, gobak sodor, ceblek nyamuk dan lompat tali, amat sangat kreatif ide-ide cemerlang panitia nih, terimakasih panitia sudah meluangkan waktunya untuk peserta yang bandel-bandel tadi, dan salut banget untuk plurker yang dari lamongan, gresik, madura dan kediri (cozy) .

Continue reading “Kopdar Surabaya Plurker”