Indonesia Mengajar…

Dapat post-ingan link dari salah satu teman di FB,Artika, dia bilang kalo suka ngajar, padahal g juga kok, hehehe, salah satu programnya tentang program Indonesia Mengajar, ketika buka isi dan persyaratannya tak ada keraguan untuk segera buka formulir pendaftaran lewat online, ada rasa kebanggaan tersendiri ketika aku harus gabung dan bisa disebut semi relawan tersebu, mengajar didaerah terpencil dan memanfaatkan ilmu disana, adapun persyaratannya adalah di bawah ini :
Indonesia Mengajar (IM) percaya bahwa kualitas pendidikan berkait erat dengan kualitas tenaga pengajar. Dengan demikian, IM berkepentingan untuk merekrut generasi muda dengan kriteria sebagai berikut:
  • Lulusan S1.
  • Fresh graduate, maksimal dua tahun setelah lulus jenjang strata satu.
  • Umur maksimal 25 tahun dan belum menikah
  • IPK minimal 3,0 dalam skala 4,0 dari berbagai disiplin ilmu.
  • Berprestasi baik di dalam maupun di luar kampus.
  • Mengedepankan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman berorganisasi.
  • Mengedepankan kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
  • Memiliki antusiasme dan passion dalam dunia pendidikan, khususnya untuk kegiatan belajar-mengajar
  • Menghargai dan berempati terhadap orang lain.
  • Memiliki semangat juang, kemampuan adaptasi yang tinggi, menyukai tantangan dan kemampuan problem solving.
  • Memiliki hobi atau keterampilan non-akademis yang menarik dan bermanfaat.
  • Sehat secara fisik dan mental.
  • Bersedia ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun                                                             
 Ada sedikit rasa terharu ketika melihat keadaan pendidikan diluar Jawa masih sangat memprihatikan, sama sekali tidak ragu ketika harus merelakan banyak waktuku buat mereka. 
Tapi tadi malam aku banyak merenung ketika aku ditrima di program itu, seseorang yang harus rela kutinggalkan dalam jangka waktu 1 tahun lamanya. “sepertinya aku harus mempertimbangkan lagi”,kalo tujuannya pengen ilmunya bermanfaat kan nggak harus di pelosok pulau semacam itu kan” banyak yang harus ditinggalkan, banyak lagi yang harus difikirkan, ketika berdebat dengan ibuku yang sempet bilang “, aku cuma diam, ada benarnya juga sih, tapi andai ibu tau, mengajar di pelosok dan bisa menghibur orang-orang seperti mereka adalah keinginginan sejak lamaaaaa sekali, ketika meminta pendapat bapak ada sambutan hangat ketika si bapak tau program itu dan tau kalo aku juga ingin sekali gabung. tapiiiii pagi tadi aku mulai merenung lagi, ada yang masih membuatku sangat berat kutinggalkan, Nyil, dia mungkin tak sanggup ketika harus berpisah dalam jangka watu segitu lama, akh, apa kata nanti. 
Lagi, aku menceritakan program itu pada teman kampus, ada yang menyahut seperti “daripada mengabdi jauh2, kenapa kamu g bantu aku aja di Panti Asuhan”, dan akhirnya aku juga berfikir sekian kali, ada benarnya juga. apalagi tadi barusan temen2 mangusulkan agar aku juga cepat2 membuat surat lamaran dan mengusulkan sebagai salah karyawan. what? 1 alasan lagi yang membuat aku mikir beberapa dan beberapa lagi, hehehe.. yach.. jawabannya tetap, Apa Kata Nanti…