Teguran itu….

Jogja, 27 September 2013

01.10 WIB

Fi.. Alfi .. Fi … Alfi … Fi.. Alfi

Suara itu berkali kali memanggil saya, mau membangunkan suami saya tapi alangkah sulit mata terbuka, dengan seksama lagi saya mencoba mendengarkan suara tadi sekali lagi dengan lembut masih memanggil saya kembali dan terganggu dengan berisik suara televisi

Alfi… Fi.. Alfi..¬†

Suara perempuan, sepertinya separuh baya dan sepertinya menegur saya karena lupa mematikan TV tengah malam, masih berat mata ini terbuka, tiba2 suara hilang dan saya terbangun.. DEGH.. tak ada suara TV, tak ada siapapun juga diluar Hening.. Sepi.. Jantung saya berdegub amat cepat, merinding tidak karuan rasanya.. apa yg saya dengar td entah itu mimpi atau bukan tapi suara tadi amat sangat jelas ditelinga saya..¬† lembuutt sekali, kulihat suami saya dan mencoba membangunkan di iringi istighfar yg tiada hentinya, kembali saya genggam tangan suami saya dan dia mencoba menenangkan saya “yuk baca ayat kursi bareng” .. saya masih bergetar, suara tadi begitu nyata, amat nyata.. membuka HP dan melihat jam masih menunjukkan pukul 1 lebih

01.34 WIB

Masih sulit terpejam tapi saya merasa sedikit tenang, kunyalakan lampu kamar agar sedikit terang, kugapai tasbih disebelah saya dengan mengucap istighfar tiada henti… masih ketakutan, hati saya berkata¬† mungkin Allah berbaik hati membangunkan saya lewat “mahlukNya” yang lain..

02.03 WIB

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil air wudhu dan bersujud.. menengadahkan doa saat yang lain terlelap, terisak, bersyukur dan berdoa di sepertiga malamMu Ya Allah

Terimakasih atas teguran tengah malammu ini, semoga hamba dan kita semua selalu mengingatmu dengan cara apapun..

Alfiah Agustin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *