Cara Hemat ke Pulau Lombok (Part 1)

Setelah penuh perjuangan mengurus pergantian pesawat karena pesawat saya promo dengan harga 214.000 untuk tiket pulang pergi dari perusaan yang sempat pailit, akhirnya pesawat yang berwarna hijau bisa mengangkut rombongan saya ke Lombok dari Bandara Juanda pukul 15.30 dan sampai di lombok pukul 17.30, kelihannya terbang selama 2 jam toh, padahal Lombok dengan surabaya kan beda 1 jam weekk, lama perjalan cuma 50 menit kok ūüôā . berbekal beberapa baju untuk 4 hari kedepan dan mengakali biar gak masuk bagasi (alias biar gak kena charge (ninja) ) sebelum take off mengambil beberapa moment memukau dari Gunung Agung di pulau seberang, Bali¬† ūüôā

Gung Agung Bali
Gunung Agung Bali

Continue reading “Cara Hemat ke Pulau Lombok (Part 1)”

Eloknya Gunung Bromo

Jika ditanya tahun baruan mau kemana? saya selalu menjawab ¬†“di rumah donk” ¬† (funkydance) karena alangkah malasnya jika keluar rumah yang ada hanya hujan dan macet dimana-mana dan itu selalu¬† ūüėÄ , mengakhiri 2012 saya mempunyai beberapa agenda vacation yang akan saya habiskan bersama travelmate saya, tujuan pertama dan kedua adalah afrika van java dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke bromo, selain lebih dekat dan transportasinya pun lebih mudah dijangkau, bersama adik saya dan ali mashuri¬†kami berangkat menuju terminal bungurasih/purabaya dari surabaya,

Continue reading “Eloknya Gunung Bromo”

Bang Bing Bung

Akhir-akhir ini Alhamdulillah rejeki agak lancar tapi jajan juga gak kalah lancarnya, makan ini itu, beli ini itu, berkali-kali orang tua menyarankan untuk nabung buat nanti¬† (ninja) , walhasil berhenti sejenak, eh rejeki tak terduga datang lagi, dan saya pun tergoda beli ini itu lagi, aaarrhhhh dasar cewek emang doyan belanja ya¬† (angry) (mengomeli diri sendiri) dan sekarang saya mencoba tertib, Continue reading “Bang Bing Bung”

Dieng Plateau – Wonosobo

Long Long Weekend sudah terancang jauh-jauh bulan dengan para travelmate untuk pergi ke Semeru memperingati Jambore, tapi setelah dipikir Рpikir karena kita tak ingin terjerumus lautan manusia pada saat itu akhirnya kita membatalkannya, dan akhirnya kita berencana ke Dataran Tinggi Dieng. berangkat dari Surabaya pukul 14.00 dengan kereta ekonomi Gaya Baru Malam yang sudah saya beli 10 hari sebelum berangkat,  tiba di Jogjakarta pukul 19.45 dengan harga 33.500, dan saya bermalam di salah satu teman yang kuliah di Pasca UGM, tapi jika kalian ingin langsung ke Dieng bisa langsung naik Bis tujuan wonosobo, atau naik kereta tujuan Banjarnegara kemudian naik bis mini ke Wonosobo,  saya mendapat kabar ternyata hanya saya dan Ali Mashuri saja, pukul 06.00 kita prepare untuk berangkat dan tepat pukul 07.00 kita melaju perlahan meninggalkan Jogja dengan motor, Sleman Sembada menyapa kami dengan suguhan nasi kucing dan teh hangat yang mengisi kekosongan perut kami untuk sarapan untuk bekal perjalanan kami. Pukul 08.00 kami melanjutkan perjalanan kami melewati Magelang ke arah Candi Borobudur kami mencari jalan Alternatif yang pertama yaitu dari Jogja =>> Sleman =>> Magelang =>> Muntilan =>> Salaman =>> Slentho =>> Sapuran =>> Pasar Kertek =>> Winong Sari =>> Kaliwiro =>> Wonosobo =>> Dieng. tepat Pukul 10.00 sampai di Kota Wonosobo, motor terus melaju sampai memasuki kawasan Gapura sebelum memasuki desa Tieng dan Dieng

Gapura Pertama

Continue reading “Dieng Plateau – Wonosobo”

Surga Tersembunyi, Pantai Pok Tunggal

Dimulai dengan KA Pasundan dari Surabaya Gubeng pukul 06.00 WIB, jika ingin irit kalian bisa mencoba kereta ini hanya Rp. 35.000 tujuan Kiaracondong Bandung tapi kita bisa berhenti sampai lempuyangan, ber 3 dengan jogad joged gak jelas sebelahku sudah hampir 6 tahun di jawa tapi tidak pernah ke Jogja Kasian  (tongue) , sampai jogja tepat pukul 12.30 di Stasiun Lempuyangan kami menunggu jemputan dan satunya jemputan motor rentalan yang hanya 50.000 per-24 jam, bagi kalian yang mau wisata disana yang lagi traveling saya sarankan untuk menyewa motor daripada naik sana sini toh habisnya sama, dan jangan takut kesasar karena ada peta jogja dan hape canggihmu yang siap menemani bukan (gym) , lanjut ke TKP  (scenic)

ada yang galau, ada yang cerah ceria
ada yang galau, ada yang cerah ceria

Continue reading “Surga Tersembunyi, Pantai Pok Tunggal”

Liburan ala “Backpacker”

Maraknya para pecinta traveling, semakin marak pula liburan ala backpacker. Ada banyak alasan kenapa orang lebih memillih cara tersebut, salah satunya adalah biaya yang minim dan ekonomis bisa mengunjungi lokasi wisata baik luar negeri maupun negeri kita yang indah ini¬† (worship) , saya dan beberapa teman lebih memilih liburan dengan backpack daripada paket liburan dengan banyak aturan yang ini itu, awalnya saya ragu untuk memulainya, tapi ketika banyak yang di rencanakan akhirnya satu persatu saya bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut dengan budget yang minim¬† (evil_grin) , karena saya ingin berkeliling di dalam negeri dulu yang masih belum saya kunjungi, Continue reading “Liburan ala “Backpacker””

Sebut Saja Rumah Pohon..

Layaknya di negeri dongeng imajinasi yang kadang kala banyak di gunakan pola pikir anak-anak yang pastinya juga ada-ada saja pola berfikirnya ūüėÄ , seperti keponakanku yang sekarang menginjak kelas 4 Sekolah Dasar, karena libur sekolah dia mengabiskan waktunya jika siang hari untuk “bertengger” di pohon sebelah rumah, dia juga tidak mau sendiri, akhirnya ada 5 anak yang kimci-kimci alias mekitik (bahasa surabaya : bandel) untuk “bertengger ria”, bercanda seolah-olah itulah rumah pohon mereka, dan saya sudah menduga kalau rumah pohon bayangan keponakan dan teman-temannya pasti seperti ini¬† (bigeyes) :

Rumah Pohon Bayangan
Rumah Pohon Bayangan

dan rumah pohon versi mereka, yang di sebelah rumahku, yang tanahnya kosong gak ke pake itu, yang bukan di pohon besar, yang di pohon keres, itu adalah seperti ini : (ninja)

Katanya sih, Rumah Pohon :D
Taarraaaaa, Rumah Pohon ūüėÄ

itu dia rumah pohonnya  (lmao) walaupun cuma dari jejeran papan kecil tapi mereka tetap menikati masa kecil mereka, daripada menghabiskan waktu di depan play station, ini lebih baik  (worship)

Rafting Part 2

Mbolang (agak) ngirit, bisa berarti kita agak mengirit biaya pengeluaran, hehehe.. karena planning rafting sudah terencana dari zaman bahoola maka kami memutuskan untung rafting ala mbolang, yaitu membawa motor masing-masing, kita berang ber-8 anak diantaranya, saya, ali mashuri, ratno abidin, uswatun hasanah, lulu, anam, Al izza atau elis dan si kenties, berangkat dari Surabaya pukul 6 pagi, karena Ali baru sampai pukul 3 karena perjalanan dari Jogja, saya pun memutuskan berkumpul pukul 06.30 bersama yang lain, balik ke kata (agak) ngirit disini selain bawa motor sendiri kita di iritkan dengan menumpang tidur dirumah Ratno (funkydance) yah karena jarak rumah Ratno dengan Lokasi Noars Rafting hanya 30 menit, yang tak jauh juga dengan Gunung Lamongan probolinggo, kenapa saya memakai kata “agak” karena memang agak ngirit, sebelum berangkat kita di wajib membayar rafting senilai 150.000, itupun sudah di potong diskon dari pihak rafting karena kita memakai voucher¬† (devil)
Di sungai pekalen ada 3 operator rafting yang dimana songa,noars,regulo. Saya baru mencoba Songa tahun 2010, dan Bulan Desember 2011 saya dan teman-teman mencoba ke Noars Rafting. Sungai Pekalen terletak 25 km dari kota Probolinggo, terbentang di antara tiga kecamatan yaitu Tiris, Maron, dan Gading. Jalur sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Sungai Pekalen bersumber dari mata air Gunung Argopuro dan Gunung Lamongan dengan lebar sungai rata-rata 5-20 meter, memiliki tingkat kesulitan (grade atau class) 2 hingga 3+ dan kedalaman air kurang lebih 1-3 meter. Jarak pengarungan dari start hingga finish untuk jalur Sungai Pekalen Bawah sepanjang 9 km, dan 12 kilometer untuk jalur Sungai Pekalen Atas dengan jumlah jeram masing-masing sekitar 50 buah  (gym)
Setengah perjalanan bertemu tebing yaaahh bisa dibilang tinggi lah (lupa tingginya  (ninja) ) hahahha.. kami jumping masing-masing, walaupun saya belum pandai berenang santai saja karena aja pelampung dan guide yang tanggap menangkap kita saat hanyut  (evil_grin)
Kereeennnn
Selesai rafting

Tour Guide #Part 2

Dimulai dari pagi yang amat sangat melelahkan bin jengkel karena wajahku tak kunjung di “benerin”¬† (lonely) . pukul 05.30 dapat sms dari Direktur mendapat tugas untuk menemani tamu dari Noerwegia, alhasil pikiran langsung menuju jalan-jalan muter kotaku tercintah. 2 jam kemuadia saat berkaca dan astaga ni wajah tambah parah, segera cabut ke dokter kulit di RS terdekat, ketika duduk, banyak Dokter Muda nggegosip ngalor ngidul, dalam hati, woi pasien antri niihhh¬† (idiot) baru jam 10 bisa cabut dan secepat kilat motor bututku bisa di ajak berkompromi, yups, 10.30. kurang 30 menit lagi harus dandan rapi untuk ketemu Bu Nelly di Hotel Paragon Surabaya, di temani mbak Peny partner jalan-jalan juga¬† (evil_grin) Bu Nelly menuju lobby hotel dengan 2 koper yang besar-besar, karena waktu menunjukkan pukul 11.00 akhirnya kita memutuskan untuk ke masjid Al-Akbar Surabaya, dan herannya Bu Nelly tertarik dengan aktivitas Umat Islam dimanapun, dalam perjalanan kami ngobrol banyak hal tentang apapun, tepat pukul 13.00 WIB kami mengajak beliau untuk singgah Lunch di SUTOS, Surabaya Town Square, tepatnya di RM D’kampoeng yang homey bgt bagi warga Indonesia, Continue reading “Tour Guide #Part 2”